PDCA adalah singkatan dari Plan, Do,
Check, dan Act, yaitu siklus kerja dalam
manajemen mutu yang digunakan untuk
memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan cara
yang benar, hasilnya sesuai standar, dan terus
mengalami perbaikan.
Konsep PDCA dikembangkan oleh Walter A.
Shewhart dan dipopulerkan oleh W. Edwards
Deming, sehingga PDCA juga dikenal sebagai
Deming Cycle. Penerapan PDCA dalam pekerjaan
sehari-hari merupakan bentuk penerapan standar
kerja yang profesional dan bertaraf internasional.
1. Plan (Perencanaan)
Plan merupakan tahap perencanaan sebelum
pekerjaan dimulai, dengan tujuan mencegah
risiko keselamatan dan risiko keamanana
pangan. Contoh penerapan:
- Menentukan SOP kerja, alur kerjam serta
pembagian tugas sesuai area
- Menyiapkan APD dan peralatan kerja yang
sesuai dengan pekerjaan
- Mengidentifikasi potensi bahaya seperti
lantai licin, peralatan panas, pisau dan bahan
kimia
2. Do (Pelaksanaan)
Do adalah tahap pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan perencanaan dan prosedur yang telah
ditetapkan. Contoh penerapannya:
- Bekerja sesuai SOP, termasuk penggunaan
APD dan penerapan personal hygiene
- Menjaga kebersihan area kerja serta
pemisahan area dan peralatan sesuai
fungsinya
- Menggunakan peralatan dan bahan kerja
sesuai prosedur yang berlaku
3. Check (Pemeriksaan)
Check adalah tahap pemeriksaan untuk
memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana
dan standar. Contoh penerapannya:
- Memeriksa kebersihan area kerja dan kondisi
lantai agar tidak licin
- Memastikan peralatan, bahan makanan, dan
APD digunakan dan disimpan dengan benar
- Mengecek kesesuaian pekerjaan dengan
SOP dan standar yang ditetapkan
4. Act (Tindak Lanjut dan Perbaikan)
Act adalah tahap tindak lanjut untuk
memperbaiki temuan agar tidak terulang
kembali. Contoh penerapan:
- Melakukan perbaikan segera jika ditemukan
kondisi maupun tindakan tidak aman
- Melaporkan temuan dan melakukan evaluasi
penyebab masalah
- Melakukan pembinaan ulang atau perbaikan
metode kerja bila diperlukan
Penerapan PDCA dalam bekerja merupakan bagian
penting dari
Integrated Management System (IMS)
untuk memastikan pekerjaan dilakukan secara
aman, higienis, dan terkendali. Dengan
menjalankan setiap tahapan Plan, Do, Check dan Act
secara konsisten, risiko kecelakaan kerja dapat
ditekan, keamanan makanan terjaga, dan
lingkungan kerja tetap bersih.
PDCA bukan tambahan pekerjaan, tetapi cara kerja
yang benar dan harus diterapkan dalam setiap
aktivitas kerja.
Referensi:
- W. Edwars Deming. Out of the Crisis – Konsep
PDCA / Deming Cycle sebagai dasar perbaikan
berkelanjutan
- Tarumingkeng, R. C. (n.d.). Deming Cycle
(PDCA–PDSA Cycle) dalam manajemen mutu.
Diakses dari
https://rudyct.com/ab/Deming.Cycle(PDCA-
PDSA.Cycle)dalam.Manajemen.Mutu.pdf
Disusun:
Nurul Kartika Sari (QHSE & Doc. Control)
Jl Batu Mulia No 29, Rt16/rw7, Meruya Utara, Kec Kembangan, Jakarta, Jakarta, 11620, Indonesia.
Jl. Jenderal Sudirman Blok A No. 5, Kel. Balikpapan Selatan, Kec. Damai Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur 76114
Dibuat dengan
di Tata Wisata. Delicious Catering
PT Tata Wisata 2025